Langsung ke konten utama

Review Oh My Lady

Oh My Lady, ini judul drama korea yang saya ikuti setiap hari dulunya. Sekarang mah udah tamat, mau diikutin apanya. Tiap hari sebisa mungkin nyempetin waktu buat nonton, disiarin sama stasiun tv swasta tiap pukul 16.00-18.00 WIB. Kalo pun pas hari itu ngga bisa nonton, cari sinopsisnya, dibaca sambil dibayangin. Kalo ngga ya cari di youtube episodenya. Tapi ngga mau beli kasetnya sebelum yang di TV tamat. Ngga seru jadinya nanti. Hihihi.


Detail:
* Judul: Oh My Lady
* Genre: Romance, Comedy
* Sutradara: Park Young Soo
* Pemain: Choi Si-won, Chae Rim, Lee Hyeon-woo, Park Han-byeol, Moon Jung Hee.


Chae Rim yang berperan sebagai Yoon Gae Hwa dalam drama ini berperan sebagai seorang ibu rumah tangga yang memutuskan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga seorang artis terkenal yang dimainkan oleh Choi Si Wonsebagai Sung Min Woo. Yoon Gae Hwa bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk mendapatkan uang yang cukup banyak untuk mendapatkan hak asuh putrinya yang sedang diasuh oleh mantan suaminya. Yoon harus bekerja keras bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga saja, melainkan juga harus berjuang keras sebagai seorang ibu. Tetapi semakin lama suasana semakin terasa aneh ketika pembantu rumah tangga dan majikannya tinggal bersama dalam satu rumah. Ada apa dengan mereka ??

Ngga rugi liet ini drama.16 episode kayanya kurang. Gantengnya Si Won yang notabene anggota Super Junior bener-bener nembus atii. Cakep ngga ketulungan.Wuaaaa, jadi pengen punya satu. Hehehehe
Choi Si Won sebagai Sung Min Woo


Chae Rim sebagai Yoon Gae Hwa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

aku, kamu, dia, kita, kalian, dan mereka

gambar diunduh dari internet aku dan kamu. berdua sudah berkomitmen bersama, memutuskan untuk bersama-sama sampai waktu yang ditunggu tiba. Entah kapan hari itu tiba, dan entah apakah kita bisa sampai ke saat-saat itu. Selalu berharap selalu bersama dan saling berbagi hati. kamu dan dia. saat dia hadir, kamu mengkhianati aku. Kamu berbagi hati dengannya. Bermain api di belakangku, tanpa pernah memperdulikan sedikitpun hatiku. Sakit dan kecewa, habis tak bersisa lagi hatiku untukmu. Hanya karena dia, kamu tega mempermainkan dan menyakitiku. Apapun alasannya, tetap saya tidak bisa terima. Karena kita sudah berkomitmen sebelumnya. kita dan kalian. saat kau aku minta memilih, ternyata kau lebih memilih mempertahankan hubungan kita daripada hubungan kalian. Tapi jujur dalam hati, aku masih merasa ngga nyaman sama hubungan kita yang sekarang setelah tau kalian bermain dibelakangku. mereka. orang-orang yang terlalu mencampuri urusan aku, kamu, dan dia. Sedikit heran bercampur geli sebe...

Aku, Kamu, dan Hobi Kita

Siang ini saya browsing gak jelas dan menemukan sebuah kalimat ini : "bisa menemukan pacar dengan hobi dan pandangan sejalan adalah sebuah kemewahan" Sepertinya kali ini saya sependapat dengan pernyataan ini. 2 tahun sudah saya menjalani hubungan dengan seseorang. Dan pertemuan kami sama sekali ngga terduga dan berawal dari ketidaksengajaan. Mungkin sudah takdir, tapi saya tidak menyebutkan berjodoh, karena jodoh adalah rahasia Allah. Karena sekarang saya masih berstatus pacaran, makanya saya belum berani menyebutkan secara gamblang bahwa dia adalah jodoh saya. Tetapi untuk harapan pasti ada. Semoga. Amin Okey, kembali ke kalimat di atas, mari kita bicarakan masalah hobi. Selain hobi bikin pacar saya marah *Upsss* sebenernya saya ada hobi lain yang mungkin banyak cewek nggak begitu tertarik, karena bikin lecek, berdebu, bersolar, berasap, dan berkotor2 ria.Ya sebenernya gak se ektrim itu juga, tergantung bagaimana kita para cewek menjaga dan membawa diri. Mungki...

Catatan pagi hari di bulan Oktober

Pagi ini, baru saja saya melangkahkan kaki keluar rumah ternyata saya sudah dihadapkan kepada ucapan seseorang yang menurut saya tidak menyenangkan. Dia tidak berkata langsung to the point, hanya menyindir, tapi itu sangat mengena sekali di hati saya. Kadang saya sendiri heran, apa sih untungnya mereka membicarakan orang lain. Apa itu membuat hidup mereka lebih baik? Atau mereka merasa mereka lebih baik daripada orang lain selain mereka? Haah. Suntuk rasanya setelah mendengar omongan orang yang tidak mengenakan. Mereka padahal tidak tahu yang sebenarnya, tetapi mereka berani berkata seakan-akan mereka tahu dan mengerti tentang permasalahan saya. Untung dia lebih tua dari saya. saya menghormati dia, dan saya hanya bisa mengangguk dan meringis mendengar dia yang seakan-akan menasehati saya. Walaupun dalam hati saya, dongkol rasanya. Apa dia tahu apa yang terbaik bagi saya? Apa dia tahu apa yang saya alami setiap harinya? Kenapa juga mesti membanding-bandingkan saya dengan orang l...