Langsung ke konten utama

Percakapan Batin Yang Galau

"Bingung deh."
"Bingung kenapa sih?"
"Ngga tau ni, kepikiran."
"Kepikiran? Kepikiran apa siiihh?"
"Ada deh, lagi mikirin orang ni."
"Siapa?"
"Rahasia dong yaaaa, ada deh. Cowok pastinya."
"Dasar anak galau."
"Biarin deh ya, sirik aja."
Eciyeeee ciyeeeeeee, begitulah percakapan batin saya baru saja. Rada gila ya. Biarin, yang gila khan saya. Ngga usah rempong deh. Hahahaha.

Galau, gundah gulana, gelisah. Ataaaah, lebay banget. Gara-gara lagu Korea, jadinya suasana hati ngga menentu. Ya, saya penggemar film Korea, jadi punya semua soundtrack film Korea yang saya suka. Sesuatu banget pokoknya lagu Korea itu.

Kamu, ya kamu. Pergi sana dari pikiranku. Salah siapa kalo saya mikirin kamu? Salah saya? Iyalah. Kenapa saya nyalahin kamu? Iya ya, bener juga. Salah saya sendiri yang mikirin kamu, kenapa saya jadi nyalahin kamu.

Saya mesti gimana enaknya? 

"since i found you my world seems so brand new
you’ve show me the love i never knew
your presence is what my whole life through
since i found you my life begin so new
now who needs a dream when there is you
for all of my dreams came true"

Itu cuplikan lagunya Christian Bautista - Since I Found You. Sesuatuuu banget deh itu lagu. Hahahahaha. Ternyata saya masih bisa yaa bergalau-galau ria seperti anak muda jaman sekarang. Ini posting paling ngga penting sepertinya yaaa. Ya biarin aja ahh, beginilah kalo orang lagi galau. Nulis sesuka hati, tapi ngga ada fokusnya. Hedeeehh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

aku, kamu, dia, kita, kalian, dan mereka

gambar diunduh dari internet aku dan kamu. berdua sudah berkomitmen bersama, memutuskan untuk bersama-sama sampai waktu yang ditunggu tiba. Entah kapan hari itu tiba, dan entah apakah kita bisa sampai ke saat-saat itu. Selalu berharap selalu bersama dan saling berbagi hati. kamu dan dia. saat dia hadir, kamu mengkhianati aku. Kamu berbagi hati dengannya. Bermain api di belakangku, tanpa pernah memperdulikan sedikitpun hatiku. Sakit dan kecewa, habis tak bersisa lagi hatiku untukmu. Hanya karena dia, kamu tega mempermainkan dan menyakitiku. Apapun alasannya, tetap saya tidak bisa terima. Karena kita sudah berkomitmen sebelumnya. kita dan kalian. saat kau aku minta memilih, ternyata kau lebih memilih mempertahankan hubungan kita daripada hubungan kalian. Tapi jujur dalam hati, aku masih merasa ngga nyaman sama hubungan kita yang sekarang setelah tau kalian bermain dibelakangku. mereka. orang-orang yang terlalu mencampuri urusan aku, kamu, dan dia. Sedikit heran bercampur geli sebe...

Aku, Kamu, dan Hobi Kita

Siang ini saya browsing gak jelas dan menemukan sebuah kalimat ini : "bisa menemukan pacar dengan hobi dan pandangan sejalan adalah sebuah kemewahan" Sepertinya kali ini saya sependapat dengan pernyataan ini. 2 tahun sudah saya menjalani hubungan dengan seseorang. Dan pertemuan kami sama sekali ngga terduga dan berawal dari ketidaksengajaan. Mungkin sudah takdir, tapi saya tidak menyebutkan berjodoh, karena jodoh adalah rahasia Allah. Karena sekarang saya masih berstatus pacaran, makanya saya belum berani menyebutkan secara gamblang bahwa dia adalah jodoh saya. Tetapi untuk harapan pasti ada. Semoga. Amin Okey, kembali ke kalimat di atas, mari kita bicarakan masalah hobi. Selain hobi bikin pacar saya marah *Upsss* sebenernya saya ada hobi lain yang mungkin banyak cewek nggak begitu tertarik, karena bikin lecek, berdebu, bersolar, berasap, dan berkotor2 ria.Ya sebenernya gak se ektrim itu juga, tergantung bagaimana kita para cewek menjaga dan membawa diri. Mungki...

Apakah ini Seimbang?

Terlahir di dunia, merasakan manis dan pahitnya kehidupan, adalah suatu jalan. Jalan menuju kedewasaan. Memulai perjalanan sebagai seseorang yang suci. Merangkak menjadi insan yang mulai mengerti kehidupan. Berdiri mengenal dunia, berjalan merasakan hidup,   dan berlari mengejar mimpi. Semua akan berakhir saat raga sudah tidak bisa merasakan nafas dunia. Dimulai dengan diperhatikan, kemudian memperhatikan, dan berhenti saat dilupakan. Saat berlari, rasa lelah yang menggelayut datang. Pernahkan berpikir untuk beristirahat sejenak dan memandang ke sekeliling? Hidup bukan hanya mengejar mimpi, hidup adalah berbagi. Apakah hidup hanya mengejar mimpi akan mendewasakan seseorang? Ada kalanya saat kita diperhatikan, memperhatikan, dan dilupakan. Ya, itulah hidup. Saat diperhatikan, pernahkah berpikir bahwa orang yang memperhatikan juga butuh diperhatikan? Realitanya, selalu tidak seimbang. Puncaknya adalah dilupakan. Dan setelah itu, hanya penyesalan yang...