Langsung ke konten utama

Memaknai Sebuah Kehilangan

Masih belum bisa tidur. Hah, tumben-tumbenan jam segini saya masih betah melek. Ampun dah. Gak papa wes, itung-itung sekalian jaga rumah. Tanggal 28 Maret 2012 kemarin, sekitar jam segini lah, antara jam 01.00 - 03.00, motor saya diangkut maling. Andai aja waktu itu saya juga masih melek kaya gini. Tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi arem-arem.

Kangen sama motor saya. Lagi dimana dia sekarang. Satria Fu warna hitam putih nopol H 2014 CC. 



Sekarang cuman bisa memandang kuncinya aja, karena emang cuman tinggal itu yang bersisa. Gemes sama malingnya Щ(ºДºщ). Ngga cuman motor saya yang diangkut, motor MegaPro mas saya juga ikutan disikat. Heran ya, ngga ada kerjaan lain apa selain jadi maling.

Semoga maling-maling yang telah berhasil membobol garasi rumah keluarga saya itu diberi ampunan sama Allah, ditunjukan jalan yang lurus, dan diberi hidayah sama Allah, biar kembali ke jalan yang semestinya. Biar dapet kerjaan yang lebih terhormat ketimbang jadi maling. AMIN.

Tapi ya ini di ambil hikmahnya aja. Anggep ini sebagai teguran dari Allah. Berdoa semoga motornya bisa balik, kalau pun ngga, belajar ikhlas. Masih bersyukur keluarga masih sehat walafiat walaupun rumah dimasuki maling. Semoga nanti ke depannya, bisa mendapatkan ganti yang lebih baik dari sebelumnya. InsyaAllah kalo Allah meridhoi. AMIN.

Allah pasti punya tujuan di balik kejadian yang kemarin menimpa saya dan keluarga. Dan saya yakin tujuan Allah selalu baik. Ini cara mendewasakan saya dan keluarga saya. Yaaa, saya percaya itu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

aku, kamu, dia, kita, kalian, dan mereka

gambar diunduh dari internet aku dan kamu. berdua sudah berkomitmen bersama, memutuskan untuk bersama-sama sampai waktu yang ditunggu tiba. Entah kapan hari itu tiba, dan entah apakah kita bisa sampai ke saat-saat itu. Selalu berharap selalu bersama dan saling berbagi hati. kamu dan dia. saat dia hadir, kamu mengkhianati aku. Kamu berbagi hati dengannya. Bermain api di belakangku, tanpa pernah memperdulikan sedikitpun hatiku. Sakit dan kecewa, habis tak bersisa lagi hatiku untukmu. Hanya karena dia, kamu tega mempermainkan dan menyakitiku. Apapun alasannya, tetap saya tidak bisa terima. Karena kita sudah berkomitmen sebelumnya. kita dan kalian. saat kau aku minta memilih, ternyata kau lebih memilih mempertahankan hubungan kita daripada hubungan kalian. Tapi jujur dalam hati, aku masih merasa ngga nyaman sama hubungan kita yang sekarang setelah tau kalian bermain dibelakangku. mereka. orang-orang yang terlalu mencampuri urusan aku, kamu, dan dia. Sedikit heran bercampur geli sebe...

Aku, Kamu, dan Hobi Kita

Siang ini saya browsing gak jelas dan menemukan sebuah kalimat ini : "bisa menemukan pacar dengan hobi dan pandangan sejalan adalah sebuah kemewahan" Sepertinya kali ini saya sependapat dengan pernyataan ini. 2 tahun sudah saya menjalani hubungan dengan seseorang. Dan pertemuan kami sama sekali ngga terduga dan berawal dari ketidaksengajaan. Mungkin sudah takdir, tapi saya tidak menyebutkan berjodoh, karena jodoh adalah rahasia Allah. Karena sekarang saya masih berstatus pacaran, makanya saya belum berani menyebutkan secara gamblang bahwa dia adalah jodoh saya. Tetapi untuk harapan pasti ada. Semoga. Amin Okey, kembali ke kalimat di atas, mari kita bicarakan masalah hobi. Selain hobi bikin pacar saya marah *Upsss* sebenernya saya ada hobi lain yang mungkin banyak cewek nggak begitu tertarik, karena bikin lecek, berdebu, bersolar, berasap, dan berkotor2 ria.Ya sebenernya gak se ektrim itu juga, tergantung bagaimana kita para cewek menjaga dan membawa diri. Mungki...

Apakah ini Seimbang?

Terlahir di dunia, merasakan manis dan pahitnya kehidupan, adalah suatu jalan. Jalan menuju kedewasaan. Memulai perjalanan sebagai seseorang yang suci. Merangkak menjadi insan yang mulai mengerti kehidupan. Berdiri mengenal dunia, berjalan merasakan hidup,   dan berlari mengejar mimpi. Semua akan berakhir saat raga sudah tidak bisa merasakan nafas dunia. Dimulai dengan diperhatikan, kemudian memperhatikan, dan berhenti saat dilupakan. Saat berlari, rasa lelah yang menggelayut datang. Pernahkan berpikir untuk beristirahat sejenak dan memandang ke sekeliling? Hidup bukan hanya mengejar mimpi, hidup adalah berbagi. Apakah hidup hanya mengejar mimpi akan mendewasakan seseorang? Ada kalanya saat kita diperhatikan, memperhatikan, dan dilupakan. Ya, itulah hidup. Saat diperhatikan, pernahkah berpikir bahwa orang yang memperhatikan juga butuh diperhatikan? Realitanya, selalu tidak seimbang. Puncaknya adalah dilupakan. Dan setelah itu, hanya penyesalan yang...