Langsung ke konten utama

Pesona Marina

Setelah sekian abad saya ngga pernah menuliskan sesuatu di blog ini, hari ini saya tiba-tiba kepikiran buat nge-share tempat-tempat favorit saya. Tempat yang saya sering kunjungi dan membuat saya nyaman buat berada disitu.


Pantai Marina, ini letaknya di Puri Anjasmoro. Kalo orang Semarang, udah pasti tau ini tempat. Entah kenapa, ini jadi spot yang nyaman buat saya. Dan waktu yang menenangkan adalah sekitar pukul 16.00 – 17.30 WIB, sumpah indah banget (itu juga kalo cuaca lagi bersahabat). Mungkin orang-orang kurang begitu menyukai pantai ini karena lebih terkesan semrawut, dibandingkan pantai lain, pantai ini masih kurang perhatian. Senormalnya pantai, mungkin bayangan yang pertama adalah hamparan pasir yang ada di bibir pantai, dan Pantai Marina ngga begitu banyak hamparan pasirnya kalo saya boleh kata. Sekeliling pantai isinya pondasi beton sama semen. Ya mungkin semua ada pertimbangannya sendiri. Tapi menyingkirkan semua itu, Pantai Marina tetap mempunyai pesona sendiri (lihat gambar, indah khan?). Menenangkan. Hanya saja masih ada hal yang memprihatinkan. Sampah, ya sampah ! Masih banyak orang yang seenaknya membuang sampah sembarangan di area ini. Padahal banyak disediakan tempat sampah, heran deh, kenapa pada ngga mau jalan kaki dikit sih buat buang sampah di tempatnya. Malah banyak orang yang seenaknya cemolungin sampah ke pantai. Hedeeehhh sungguh miris melihatnya. Padahal tempat sampah disini tergolong banyak.

Pada awal kali saya kesini, bermula saat pacar saya ngajakin mancing (emang hobinya mancing). Saya sih cuman nemenin gitu. Awalnya juga saya sempet ngeluh, lha wong diajakin jam 12 siang, ngepas panas-panasnya gitu. Dia mancing di pondasi pantai, saya nungguin di bawah pohon yang udah mulai ilang daunnya (bayangin panasnya, nembuusss). Udah kaya cacing kepanasan, saya nyoba nyari-nyari spot yang rada adem, biar saya juga nyaman. Dalam hati mbatin juga sih, tempat panas kaya gini apa enaknya sih buat didatengin. Tapi setelah beberapa jam kemudian, saya terpesona sama keadaan disitu. Sekitar pukul 16.30 WIB saat matahari udah ngga terlalu panas, suasana jadi adeeeeemmm banget. Silir-silir sepoi-sepoi gitu. Apalagi kalo menjelang pukul 17.30, ya sekitar menjelang pukul 6 sore lah, saat matahari udah mulai mau tenggelam, indaahh banget. Panas siang tadi terbayar dengan pemandangan sore itu. Dan kalo sore hari, banyak orang yang datang kesitu, buat sekedar liet pemandangan sama main. Tapi kebanyakan orang sih pada mancing disitu.


Dan sekarang, pantai itu jadi tempat favorit saya sama pacar saya. Kadang emang niat dari rumah buat mancing, dan kadang emang cuman niat maen sama cerita-cerita disana. Jam 6 sore sih biasanya udah pulang, abisnya banyak nyamuk gak betah. Masak iya mau bawa-bawa semprotan nyamuk. Ngga menyesal rasanya dulu diajak kesitu. Harapannya sih, semoga itu pantai masih ada sampai besok saya punya anak cucu, biar bisa pamer gitu. Dan satu lagi, semoga pemerintah lebih memperhatikan keadaan di sekitar situ. Bagaimanapun juga, itu merupakan salah satu aset di Semarang yang cukup diminati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

aku, kamu, dia, kita, kalian, dan mereka

gambar diunduh dari internet aku dan kamu. berdua sudah berkomitmen bersama, memutuskan untuk bersama-sama sampai waktu yang ditunggu tiba. Entah kapan hari itu tiba, dan entah apakah kita bisa sampai ke saat-saat itu. Selalu berharap selalu bersama dan saling berbagi hati. kamu dan dia. saat dia hadir, kamu mengkhianati aku. Kamu berbagi hati dengannya. Bermain api di belakangku, tanpa pernah memperdulikan sedikitpun hatiku. Sakit dan kecewa, habis tak bersisa lagi hatiku untukmu. Hanya karena dia, kamu tega mempermainkan dan menyakitiku. Apapun alasannya, tetap saya tidak bisa terima. Karena kita sudah berkomitmen sebelumnya. kita dan kalian. saat kau aku minta memilih, ternyata kau lebih memilih mempertahankan hubungan kita daripada hubungan kalian. Tapi jujur dalam hati, aku masih merasa ngga nyaman sama hubungan kita yang sekarang setelah tau kalian bermain dibelakangku. mereka. orang-orang yang terlalu mencampuri urusan aku, kamu, dan dia. Sedikit heran bercampur geli sebe...

Aku, Kamu, dan Hobi Kita

Siang ini saya browsing gak jelas dan menemukan sebuah kalimat ini : "bisa menemukan pacar dengan hobi dan pandangan sejalan adalah sebuah kemewahan" Sepertinya kali ini saya sependapat dengan pernyataan ini. 2 tahun sudah saya menjalani hubungan dengan seseorang. Dan pertemuan kami sama sekali ngga terduga dan berawal dari ketidaksengajaan. Mungkin sudah takdir, tapi saya tidak menyebutkan berjodoh, karena jodoh adalah rahasia Allah. Karena sekarang saya masih berstatus pacaran, makanya saya belum berani menyebutkan secara gamblang bahwa dia adalah jodoh saya. Tetapi untuk harapan pasti ada. Semoga. Amin Okey, kembali ke kalimat di atas, mari kita bicarakan masalah hobi. Selain hobi bikin pacar saya marah *Upsss* sebenernya saya ada hobi lain yang mungkin banyak cewek nggak begitu tertarik, karena bikin lecek, berdebu, bersolar, berasap, dan berkotor2 ria.Ya sebenernya gak se ektrim itu juga, tergantung bagaimana kita para cewek menjaga dan membawa diri. Mungki...

Catatan pagi hari di bulan Oktober

Pagi ini, baru saja saya melangkahkan kaki keluar rumah ternyata saya sudah dihadapkan kepada ucapan seseorang yang menurut saya tidak menyenangkan. Dia tidak berkata langsung to the point, hanya menyindir, tapi itu sangat mengena sekali di hati saya. Kadang saya sendiri heran, apa sih untungnya mereka membicarakan orang lain. Apa itu membuat hidup mereka lebih baik? Atau mereka merasa mereka lebih baik daripada orang lain selain mereka? Haah. Suntuk rasanya setelah mendengar omongan orang yang tidak mengenakan. Mereka padahal tidak tahu yang sebenarnya, tetapi mereka berani berkata seakan-akan mereka tahu dan mengerti tentang permasalahan saya. Untung dia lebih tua dari saya. saya menghormati dia, dan saya hanya bisa mengangguk dan meringis mendengar dia yang seakan-akan menasehati saya. Walaupun dalam hati saya, dongkol rasanya. Apa dia tahu apa yang terbaik bagi saya? Apa dia tahu apa yang saya alami setiap harinya? Kenapa juga mesti membanding-bandingkan saya dengan orang l...